Sedangkan, besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per Kuartal III-2022 sebesar Rp115,77 miliar atau mengalami lonjakan sebesar 389,72 persen (y-o-y).
Per 30 September 2022, total liabilitas SMDR tercatat membengkak menjadi Rp536,45 miliar dari Rp447,39 miliar pada 31 Desember 2021.
Sedangkan, jumlah ekuitas hingga akhir Kuartal III-2022 sebesar Rp527,11 miliar atau lebih besar dibanding per akhir Desember 2021 yang senilai Rp381,79 miliar.
Menurut keterangan Direktur SMDR, Farida Helianti Sastrosaromo dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan liabilitas hingga 19,91 persen tersebut disebabkan oleh adanya penambahan liabilitas sewa aset hak guna, berupa sewa kapal















