Pada tahun ini, kata Royke, BBNI akan meningkatkan kinerja kredit dengan rentang pertumbuhan 7-10 persen.
“Dengan dampak penyebaran Covid-19 varian Omicron yang mereda, maka geliat ekonomi ini pun akan terus mendorong peningkatan kualitas aset BNI,” katanya.
Dia memaparkan, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BBNI.
Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang bertumbuh 9,9 persen (y-o-y) menjadi Rp193,2 triliun, segmen Large Commercial bertumbuh 24,5 persen (y-o-y) menjadi Rp46,1 triliun, segmen UMKM bertumbuh 11,8 persen (y-o-y) menjadi Rp98 triliun.
Secara keseluruhan, kredit di sektor Business Banking ini bertumbuh 4,8 persen (yoy) menjadi Rp489,3 triliun.
Kenaikan ekspansi kredit di seluruh segmen tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang juga sudah mulai pulih.
Adapun sektor yang dibidik di segmen business banking adalah sektor perdagangan, infrastruktur dan industri pengolahan.
Dari sisi konsumer, kredit payroll dan kredit kepemilikan rumah membukukan penguatan kinerja positifnya pada awal tahun ini dengan pertumbuhan masing-masing 18,8 persen dan 8,4 persen (y-o-y).
Secara keseluruhan, kredit konsumer bertumbuh 11,4 persen (y-o-y).














