JAKARTA-PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) selama tiga bulan pertama tahun ini, berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp21,7 miliar atau mengalami peningkatan dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp1,5 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi DGNS yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (18/5), pada Kuartal I-2021 jumlah pendapatan DGNS tercatat sebesar Rp87,8 miliar atau bertumbuh 462 persen (year-on-year).
Lini bisnis biomolecular yang dimiliki perseroan menjadi kontributor utama atas perolehan pendapatan perusahaan.
Lini bisnis ini menyumbang Rp71 milyar atau sebesar 81,4 persen dari total pendapatan perseroan.
Pada Kuartal I-2021, DGNS telah melaksanakan sebanyak 124.906 test PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk membantu proses skrining Covid-19 bagi pelanggan korporasi, rumah sakit maupun individu.
DGNS mencatatkan penambahan arus kas sebesar Rp49,4 Milyar di Kuartal I-2021, dengan posisi kas perseroan bertambah dari sebelumnya Rp16,5 milyar menjadi Rp64 Milyar.
Posisi kas ini akan digunakan DGNS untuk mendorong pertumbuhan jejaring outlet, laboratorium dan melengkapi layanan perseroan.
Manajemen DGNS menyebutkan, pada tahun ini perseroan berhasil menambahkan jejaring dengan membangun dua outlet perusahaan yang merupakan outlet laboratorium RSIA Bunda Jakarta di Gedung BIC 1 Menteng dan outlet Laboratorium Klinik Bonamitra di Bandung, Jawa Barat.











