PATS memang dapat mendorong ketahanan pangan, karena kebutuhan air untuk pertanian akan terpenuhi dengan adanya PATS. Dengan demikian, produktivitas pertanian desa pun bisa ditingkatkan.
Menteri Marwan juga menegaskan bahwa 2016 merupakan tahun kerja cepat dengan program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Dalam setiap blusukan ke daerah, tokoh asal Pati, Jawa Tengan ini selalu meninjau progres penggunaan dana desa, termasuk di Gorontalo.
Hingga 8 Januari 2016, dana desa tahap I di Gorontalo sudah diserap di 657 desa, tahap II sebanyak 635 desa, dan tahap III sudah 216 desa. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 100% desa. Tidak ada satu pun desa di Gorontalo yang belum menggunakan dana desa. “Saya mengapreasiasi karena dana desa ini sudah diserap dan dibelanjakan. Ayo gunakan untuk program yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bangun infrastruktur jalan desa, bangun irigasi tersier, bangun BUMDesa untuk menggerakkan ekonomi, bangun sarana sosial dasar seperti posyandu, polindes dan PAUD. Gunakanlah dana desa untuk program padat karya,” tandasnya.
Selain mengawal penyaluran dan penggunaan dana desa, sepanjang 2015 Kementerian Desa PDTT telah melaksanakan berbagai program di Provinsi Gorontalo. Ada 35 program dengan total alokasi anggaran Rp168,49 miliar.













