Oleh: Eveline Haumahu
Waktu yang kita miliki tak pernah berubah: Setiap orang tetap mendapatkan 24 jam sehari, dari dulu hingga sekarang.
Sayangnya, berbagai tuntutan keuangan menjadikan 24 jam sehari seakan tak cukup.
Kita tak mungkin membelah diri, tapi untungnya masih ada cara lain menggandakan arus pendapatan kita.
Saatnya membangunkan uang kita dari tidur lelapnya di rekening tabungan, dan memaksanya bekerja keras membantu kita.
Memiliki income kedua sebagai arus pendapatan juga dapat membebaskan langkah kita untuk mengejar hal-hal yang lebih besar dalam hidup, misalnya berganti karir atau mencoba bisnis baru.
Ketakutan akan kehilangan sumber penghasilan terkadang menjadi penghalang bagi banyak orang untuk maju lebih jauh dalam karir dan bisnis.
Saat “berpacu” di jalur baru tak berjalan mulus, income kedua bisa menjadi penyelamat sementara hingga kita menemukan solusi dari situasi yang sedang dihadapi.
Kita kenali beberapa alternatif investasi yang bisa menjadi “mesin” income kedua kita.
Saham.
Bagi investornya, saham memberikan dua potensi penghasilan. Yang pertama adalah selisih dari harga pasar ketika kita membeli dan ketika kita menjual suatu saham.
Yang kedua adalah dividen, atau pembagian laba usaha. Menurut data Bloomberg, selama 10 tahun terakhir hingga akhir 2024, pertumbuhan IHSG mencapai 35,45% (price-to-price) atau 75,91% (termasuk dividen). Artinya selain modal investasi yang terus tumbuh, pendapatan berupa dividen sejumlah 40,46% bisa diandalkan investor sebagai sumber pendapatan.











