Tiga wartawan dari Indonesia juga mengikuti perjalanan Paus ini dari Roma Kembali ke Roma.
Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia.
Pertama adalah Paus Santo Paulus VI yang berkunjung pada 3-4 Desember 1970.
Sembilan belas tahun kemudian, Paus Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989. Sekarang sesudah 35 tahun, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia.
Menurut Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, “Kehadiran fisik Paus Fransiskus di Indonesia sangat penting. Namun, yang juga tidak kalah penting adalah mempelajari gagasan dan teladan hidupnya.”
Kardinal Suharyo mengisahkan, Paus Fransiskus memiliki pengalaman otentik akan Allah yang maharahim ketika pada usia 17 tahun, masuk ke kamar pengakuan dan merasakan Kerahiman Allah yang tanpa batas. P
engenalan akan Allah yang maharahim ini berbuah pada transformasi pribadi yang berpengaruh pada transformasi institusi gereja. Banyak pilihan simbolik tentang ini yang ditunjukkan Paus Fransiskus, pertama-tama dengan memilih motto ketika menjadi uskup dan paus: “Miserando atque eligendo” , (ia melihatnya dengan mata penuh kerahiman dan memanggil dia).
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyatakan betapa Gereja Indonesia sangat bersyukur dan bersukacita menyambut kedatangan Paus Fransiskus, karena itu ”KWI bekerja sama dengan Nunsius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia membentuk panitia pada bulan April 2024 dan sudah bekerja mempersiapkan segala sesuatu sampai saat ini,” ungkap Antonius.













