Menurutnya, letak geografis Indonesia menjadikannya sebagai wilayah yang kaya biota sebagai bahan baku biomassa.
Di wilayah perdesaan, khususnya yang sulit dijangkau oleh BBM dan gas, wood pellet bisa jadi energi alternatif karena bahan bakunya mudah didapatkan.
Terlebih, cadangan minyak bumi dan gas Indonesia semakin menipis. Oleh karena itu, sumber energi pengganti fosil harus sudah dipersiapkan sejak saat ini.
Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, salah satu keunggulan biomassa adalah sumbernya tidak akan habis.
Meski demikian ia mengakui jika saat ini biomassa masih belum banyak yang mengenal dan dari sisi bisnis juga belum banyak dilirik.
“Namun ke depan, ini bisa jadi bisnis skala besar,” ujar dia.
Bisnis wood pellet, jelas Sarwono, juga sangat baik bagi masyarakat dan lingkungan. Karena bahan bakunya yang mudah didapat sehingga sekaligus juga bisa jadi sarana pemberdayaan masyarakat di perdesaan.
Pun halnya dengan proses engineering-nya yang relatif sederhana sehingga dengan mudah bisa melatih masyarakat terlibat di industri itu.
“Bahan bakunya ada di mana-mana. Kami akan berusaha untuk memasyarakatkan wood pellet ini,” katanya.
Konsep Industri
Sedangkan dari sisi konsep industri, Donny Yusgiantoro mengatakan perlu adanya industri terpadu untuk wood pellet.















