“PSI kan partai anak muda yang banyak kreatifitasnya, mungkin bisa memunculkan hukuman-hukuman terhadap produsen dan penyebar hoax yang memberikan efek jera, tapi juga tidak memberikan beban berlebihan kepada negara.” tambah Anita
Di hadapan DPP PSI dan awak media, Mafindo merilis hasil penelitian selama 3,5 tahun terakhir, yang menunjukkan peningkatan drastis penggunaan hoax dalam kontestasi politik.
Pada 2015, dalam kurun waktu 6 bulan lembaga ini menemukan 61 hoax. Selama 2016, ditemukan 330 hoax.
Pada 2017, setidaknya didapati 710 hoax, dan 10 bulan selama 2018 tercatat ada 976 kabar bohong berseliweran di media sosial.
“Sepanjang 3,5 tahun terakhir ini (sejak 2015), kami mendeteksi ada 2.227 hoax yang beredar dan sebagian besar itu (berbau) politik,” pungkas perempuan yang banyak berkecimpung di bidang penguatan masyarakat sipil itu.
Kegiatan ini merupakan rangkaian roadshow oleh Mafindo untuk menemui dan beraudiensi dengan partai-partai politik peserta Pemilu 2019.
Dalam sambutannya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni sangat mengapresiasi kedatangan aktivis Magindo karena PSI kerap jadi objek hoax.
“Tentu kami merasa terhormat, sebagai korban hoax kami didatangi rombongan Mbak Anita Wahid dan kawan-kawan, terlebih ini tahun politik,” kata Toni, panggilan akrab Raja Juli Antoni.














