JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan penyelenggaran sistem pembayaran domestik antara pelaku jasa keuangan berjalan normal, di tengah penyesuaian kegiatan ekonomi menyusul adanya aksi unjuk rasa besar-besaran Jumat ini di Jakarta. “Sampai tadi pagi Bank Indonesia (BI) terus amati semua fungsi utama BI berjalan dengan baik, dan terutama dikaitkan dengan pembayaran, terkait sistem kliring, RTGS (Real Time Gross Settlement), semua masih berjalan baik,” katanya di Jakarta, Jumat.
Mengenai potensi timbulnya sentimen negatif terhadap pasar keuangan karena adanya aksi unjuk rasa besar-besaran, BI menyatakan kondisi masih stabil dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Tidak ada yang mengkhawatirkan terkait kurs rupiah,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara melalui pesan singkat, Jumat.
Pada pembukaan pasar Jumat pagi, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta sempat bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp13.080 dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp13.065 per dolar AS.
Sementara, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka turun sebesar 18,72 poin atau 0,35 persen menjadi 5.310,78. Bank Sentral menilai, jika terjadi volatilitas di pasar, besaran volatilitas tersebut belum mengganggu stabilitas perekonomian.














