”Strategi kami untuk memperkuat basis pelanggan domestik telah memberikan dampak signifikan, Antam tidak hanya berhasil memperkuat posisi strategisnya di dalam negeri, tetapi juga membangun ketahanan bisnis dari tantangan geopolitik dan ekonomi global,” tulis Nico dalam keterangannya.
Menurut Nico, pada periode sembilan bulan pertama 2024, ANTM meningkatkan pangsa pasar domestik melalui produk segmen emas yang berkontribusi sebesar 83% terhadap total penjualan Antam dengan nilai penjualan sebesar Rp 35,70 triliun, meningkat 85% dari capaian Rp19,29 triliun pada periode sama 2023.
Nico menjelaskan, pada sembilan bulan pertama 2024, ANTM mencatatkan total volume produksi logam emas dari tambang perusahaan sebesar 743 kg (23.888 troy oz). Efektivitas dalam strategi pemasaran, inovasi produk dan penguatan pangsa pasar, berkontribusi pada peningkatan penjualan emas 9M24 sebesar 47% mencapai 28.567 kg (918.450 troy oz), jika dibandingkan capaian penjualan pada 9M23 sebesar 19.460 kg (625.654 troy oz).
Menurut Nico, kontribusi penjualan segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) pada 9M24 berkontribusi sebesar 14% terhadap total penjualan ANTM dengan nilai penjualan mencapai Rp 6,10 triliun. Kinerja penjualan segmen nikel dipengaruhi oleh tantangan perizinan yang terjadi di awal tahun 2024 sehingga berdampak pada penjualan perusahaan.












