Sedangkan untuk Net Interest Margin (NIM), meskipun mengalami penurunan menjadi sebesar 5,55% (YoY) namun pendapatan bunga bersih Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 4,81% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini ditopang oleh penurunan NPL gross dari 1,75% di semester I tahun 2023 menjadi 1,42% di semester I tahun 2024.
“Dengan demikian, Perseroan dapat membukukan laba setelah pajak menjadi sebesar Rp60,26 miliar atau meningkat 94,33% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.














