JAKARTA – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sepanjang 2024, membukukan laba bersih USD436,66 juta atau menurun 0,99 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2023 yang sebesar USD441,02 juta.
Berdasarkan laporan keuangan ADMR untuk periode berakhir 31 Desember 2024 yang dikutip Selasa (4/3), anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ini mencatatkan pendapatan USD1,5 miliar atau bertumbuh 5,5 persen dibandingkan dengan perolehan di sepanjang 2023 sebesar USD1,09 miliar.
Sayangnya, beban pokok pendapatan ADMR untuk Tahun Buku 2024 tercatat membengkak 14,65 persen (year-on-year) menjadi USD576,39 juta, sehingga laba bruto di sepanjang tahun lalu tercatat USD577,79 juta atau terkoreksi 0,93 persen dibandingkan dengan laba kotor di Tahun Buku 2023 yang sebesar USD583,21 juta.
Pada periode Januari-Desember 2024, ADMR hanya mencatatkan laba usaha senilai USD540,34 juta atau merosot 5,97 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di sepanjang 2024 tercatat USD557,5 juta atau mengalami penurunan 1,05 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2024 sebesar USD122,73 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan ADMR menjadi USD434,77 juta atau terkoreksi 1,38 persen (y-o-y).














