JAKARTA-PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sepanjang 2021, mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih menjadi USD933,49 juta dari USD146,93 juta di 2020, lantaran ditopang oleh lonjakan jumlah pendapatan usaha pada tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan ADRO yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (4/3), total pendapatan usaha Adaro Energy di sepanjang 2021 mencapai USD3,99 miliar atau mengalami peningkatan dibanding 2020 yang sebesar USD2,53 miliar.
Seiring dengan peningkatan jumlah pendapatan tersebut, ADRO mencatatkan jumlah beban pokok pendapatan di 2021 sebesar USD2,22 miliar atau mengalami kenaikan dibanding setahun sebelumnya yang senilai USD1,96 miliar.
Sehingga, laba bruto perseroan pada tahun lalu menjadi sebesar USD1,77 miliar atau jauh lebih besar dibanding 2020 yang senilai USD576,73 juta.
Adapun jumlah laba usaha ADRO di 2021 tercatat sebesar USD1,53 miliar atau lebih tinggi dibanding laba usaha di 2020 yang hanya senilai USD284,9 juta.
Sedangkan, laba sebelum pajak penghasilan pada tahun lalu tercatat meningkat menjadi USD1,49 miliar dari USD222,17 juta.
Dengan total beban pajak penghasilan (neto) di Tahun Buku 2021 yang mencapai USD457,66 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan ADRO menjadi USD1,03 miliar.













