Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1H25 yang sebesar Rp6,32 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ASRI menjadi Rp43,86 miliar atau melesat 85,3 persen (y-o-y).
Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 1H25 sebesar Rp41,64 miliar atau melambung 123,15 persen (y-o-y).
Per 30 Juni 2025, jumlah ekuitas ASRI tercatat Rp11,38 triliun atau bertumbuh 0,35 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp11,34 triliun.
Hingga akhir Semester I-2025, total liabilitas mencapai Rp11,75 triliun atau meningkat 10,02 persen (year-to-date).
Akibat peningkatan ekuitas maupun liabilitas tersebut, maka per 30 Juni 2025 total aset ASRI menjadi Rp23,13 triliun atau mengalami kenaikan 5,04 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp1,38 triliun atau melesat 109,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp656,95 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow ASRI di periode Januari-Juni 2025, lonjakan kas tersebut terutama dikarenakan adanya arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Rp478,82 miliar atau melonjak 60,92 persen dibandingkan dengan arus kas yang diperoleh dari kegiatan operasi di Semester I-2024 senilai Rp297,55 miliar.













