JAKARTA-Kendati di sepanjang 2021 jumlah pendapatan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengalami penurunan, namun laba bersih tercatat meningkat menjadi Rp1,13 triliun dibanding setahun sebelumnya yang hanya senilai Rp701,6 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan untuk Tahun Buku 2021 yang dikutip Kamis (17/2), jumlah pendapatan BFIN pada tahun lalu tercatat melorot menjadi Rp4,12 triliun dari Rp4,57 triliun di sepanjang 2020.
Namun, BFIN mampu menekan total beban di sepanjang tahun lalu menjadi Rp2,71 triliun dari Rp3,7 triliun di 2020.
Sehingga, laba sebelum pajak pada 2021 menjadi Rp1,41 triliun atau jauh lebih tinggi dibanding pada 2020 yang senilai Rp870 miliar.
Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 sebesar Rp279,62 miliar, maka laba tahun berjalan yang dibukukan BFIN pada tahun lalu menjadi Rp1,13 triliun.
Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp1,13 triliun.
Per 31 Desember 2021, BFIN mampu menekan total liabilitas menjadi Rp8,21 triliun dari posisi per 31 Desember 2020 yang mencapai Rp8,59 triliun.
Sedangkan, total ekuitas per akhir 2021 tercatat sebesar Rp7,43 triliun atau lebih besar dibanding posisi per akhir Desember 2020 yang senilai Rp6,61 triliun.












