JAKARTA– PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sepanjang 2023 hanya membukukan laba bersih Rp1,64 triliun atau menurun 9,39 persen (y-o-y).
Padahal jumlah pendapatan pada tahun lalu meningkat hingga 18,03 persen.
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan dipublikasi di Jakarta, Senin (26/2), total pendapatan BFI Finance untuk Tahun Buku 2023 mencapai Rp6,35 triliun atau bertumbuh 18,03 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2022 yang sebesar Rp5,38 triliun.
Namun, total beban yang dicatatkan BFIN di sepanjang 2023 terpantau melonjak 37,9 persen menjadi Rp4,33 triliun dari Rp3,14 triliun pada 2022.
Dengan demikian, laba sebelum pajak pada tahun lalu tercatat menurun 13,68 persen (y-o-y) menjadi Rp2,02 triliun.
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2023, BFIN mencatatkan beban pajak penghasilan Rp381,45 miliar, sehingga laba tahun berjalan di 2023 menjadi Rp1,64 triliun atau lebih rendah 9,39 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,81 triliun.
Sementara itu, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2023 juga tercatat Rp1,64 triliun atau meningkat 9,39 persen (y-o-y).
Adapun laba per saham di akhir Desember 2023 tercatat Rp109 per lembar, setara dengan penurunan 9,92 persen (y-o-y).














