JAKARTA -PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) selama enam bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih Rp3,41 triliun atau mengalami kenaikan 5,57 persen dibandingkan periode yang sama di 2023 senilai Rp3,23 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan BNGA untuk periode berakhir 30 Juni 2024 yang dikutip Selasa (30/7), bank yang dikendalikan oleh CIMB Group Sdn Bhd ini hanya mampu meraup pendapatan bunga dan syariah (neto) sebesar Rp6,65 triliun atau merosot 2,63 persen dibandingkan Semester I-2023 yang mencapai Rp6,83 triliun.
Pada paruh pertama di 2024, jumlah pendapatan operasional lainnya yang dibukukan CIMB Niaga sebesar Rp3,16 triliun atau melonjak 28,45 persen (year-on-year).
Adapun jumlah beban operasional lainnya di Semester I-2024 tercatat Rp4,24 triliun atau menurun 4,5 persen (y-o-y).
Dengan demikian, laba operasional (neto) yang diperoleh BNGA selama enam bulan pertama tahun ini menjadi Rp4,36 triliun atau mengalami peningkatan 7,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp4,05 triliun.
Selama enam bulan pertama di 2024, CIMB Niaga cuma bisa meraup pendapatan non-operasional (neto) senilai Rp31,9 miliar atau anjlok 69,04 persen (y-o-y), sehingga laba sebelum pajak di Semester I-2024 menjadi Rp4,39 triliun atau setara dengan kenaikan 5,78 persen (y-o-y).












