Sehingga, kondisi ini menyebabkan peningkatan tahunan pada profitabilitas terlihat lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor di industri sejenis.
Per 31 Maret 2021, total liabilitas CSRA tercatat Rp795,19 miliar atau mengalami penurunan 3,8 persen dibanding per 31 Desember 2021.
Sementara itu, total ekuitas hingga akhir Kuartal I-2021 mengalami kenaikan menjadi Rp613,66 miliar dari posisi per 31 Desember 2020 yang senilai Rp572,28 miliar.
Manajemen CSRA menyampaikan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perseroan di 2021.
Meski kinerja CSRA sedikit terkoreksi akibat kondisi pandemi, namun secara keseluruhan sektor usaha perkebunan sawit masih bisa berjalan cukup optimal dan berpeluang untuk terus berkembang.
“Perseroan yakin akan prospek bisnis ke depan masih cukup baik, seiring dengan membaiknya kondisi sektor perkebunan kelapa sawit yang juga memiliki prospek cemerlang. Pengembangan vaksin Covid-19 juga sudah mulai menemukan titik terang, sehingga diharapkan pada 2021 kondisi perekonomian global dan nasional akan membaik,” papar Seman.












