Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp795,64 juta, maka laba tahun berjalan DUTI menjadi Rp623,59 miliar atau nyungsep 54,7 persen (y-o-y).
Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp422,05 miliar atau ambles 50,4 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas DUTI per 31 Desember 2025 tercatat Rp13,68 triliun atau bertumbuh 15,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp11,87 triliun.
Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp2,46 triliun atau bisa ditekan 1,3 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp1,94 triliun.
Per 31 Desember 2025, aset Duta Pertiwi mencapai Rp16,15 triliun atau mengalami kenaikan 12,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp3,53 triliun atau melonjak 39,9 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp2,53 triliun












