JAKARTA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sepanjang 2024 membukukan laba bersih sebesar USD45,18 juta atau melonjak 30,54 persen (year-on-year) di tengah penurunan omzet hingga 12,63 persen.
Berdasarkan laporan keuangan ESSA untuk periode berakhir 31 Desember 2024 yang dikutip Senin (24/2), emiten milik pengusaha Garibaldi “Boy” Thohir ini hanya mencatatkan pendapatan USD301,4 juta atau merosot 12,63 persen dibandingkan dengan capaian di 2023 yang sebesar USD344,96 juta.
Di tengah penurunan omzet tersebut, manajemen ESSA terbilang berhasil menekan beban pokok pendapatan di sepanjang 2024 hingga 20,3 persen (y-o-y) menjadi USD193,36 juta.
Dengan demikian, laba bruto di Tahun Buku 2024 menjadi USD108,04 juta atau bertumbuh 4,71 persen dibandingkan setahun sebelumnya USD103,18 juta.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan ESSA untuk sepanjang 2024 mencapai USD76,69 juta atau mengalami peningkatan 24,11 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Tahun Buku 2023 yang cuma USD61,79 juta.
Apabila mengacu pada kinerja income statement ESSA di sepanjang 2024, peningkatan laba sebelum pajak itu ditopang oleh penurunan biaya pada sejumlah akun beban usaha, seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan.















