Hingga akhir Kuartal III-2021, besaran laba per saham dasar GGRM tercatat melorot menjadi Rp2.149 per lembar dari Rp2.935 per saham pada 30 September 2020.
Per 30 September 2021, total liabilitas GGRM tercatat melambung menjadi Rp25,53 triliun dari posisi per 31 Desember 2020 yang senilai Rp19,67 triliun.
Sedangkan, total ekuitas hingga akhir kuartal ketiga tahun ini tercatat meningkat menjadi Rp83,25 triliun dibanding posisi per akhir Desember 2020 yang sebesar Rp78,19 triliun.
Menurut Direktur GGRM, Herry Susianto dalam surat perseroan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 29 Oktober 2021, lonjakan nilai liabilitas hingga sebesar 29,8 persen tersebut, terutama dipengaruhi oleh adanya akun utang cukai, PPN dan pajak rokok per 30 September 2021 yang sebesar Rp18,75 triliun.
Padahal per 31 Desember 2020 jumlahnya hanya senilai Rp9,06 triliun.
Namun, jelas Herry, perseroan berhasil menekan jumlah utang di bank dengan menggunakan dana dari pelanggan di periode 1 Januari-30 September 2021.
Adapun jumlah utang jangka pendek GGRM per 30 September 2021 adalah sebesar Rp566,9 miliar atau jauh lebih rendah dibanding posisi per akhir Desember 2021 yang mencapai Rp6,01 triliun.













