Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2024 senilai Rp5,49 miliar atau ambles 98,44 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2024, jumlah ekuitas HILL tercatat melorot 7,1 persen (y-o-y) menjadi Rp1,71 triliun. Total liabilitas hingga akhir 2024 mencapai Rp4,57 triliun atau membengkak 45,5 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp2,65 triliun.
Akibat lonjakan liabilitas tersebut, maka total aset HILL hingga akhir Desember 2024 tercatat meningkat 26,1 persen (y-o-y) menjadi Rp6,28 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp45,54 miliar atau anjlok 53,73 persen dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2023 yang sebesar Rp98,43 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow HILL di periode Januari-Desember 2024, penurunan kas tersebut terutama disebabkan oleh adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp1,45 triliun.
Pada sisi lain, sepanjang 2024 HILL mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan cuma Rp653,86 miliar atau melorot 53,5 persen (y-o-y), karena pada periode Tahun Buku 2023 tercatat ada perolehan dana hasil IPO sebesar Rp552,87 miliar.















