Sementara itu, kata Anthoni, selama enam bulan pertama tahun ini ICBP mampu mencatatkan kenaikan penjualan bersih (konsolidasian) sebesar 22 persen (y-o-y) menjadi Rp28,2 triliun.
Sedangkan laba usaha tercatat meningkat 36 persen (y-o-y) menjadi Rp6,36 triliun dan marjin laba usaha meningkat menjadi 22,6 persen menjadi Rp20,3 persen.
Adapun jumlah laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat menurun 5 persen (y-o-y) menjadi Rp3,22 triliun.
Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih yang belum terealisasi, maka kata Anthoni, core profit yang mencerminkan kinerja operasional tercatat meningkat 25 persen (y-o-y) menjadi Rp3,95 triliun.
“Meskipun laju pemulihan ekonomi global belum menentu karena masih berlanjutnya pendemi, kami dapat mencatatkan kinerja operasional yang positif di paruh pertama 2021. Ke depannya, kami akan terus fokus memperkuat keunggulan operasional dan mempertahankan ketangguhan model bisnis kami yang terintegrasi, serta keselamatan para karyawan,” tutur Anthoni.












