JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) selama tiga bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih Rp1,31 triliun atau mengalami kenaikan 1,55 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2024 yang senilai Rp1,29 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan ISAT untuk periode berakhir 31 Maret 2025 yang dikutip Selasa (6/5), emiten di bawah kendali Ooredoo Hutchison Asia Pte Ltd ini mencatatkan pendapatan Rp13,58 triliun atau menurun 1,88 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2024 yang mencapai Rp13,84 triliun,
Di tengah penurunan omzet tersebut, manajemen ISAT terbilang cukup berhasil menekan total beban di Kuartal I-2025 sebesar 2,53 persen (year-on-year) menjadi Rp10,79 triliun, sehingga laba bruto di periode Januari-Maret 2025 menjadi Rp2,79 triliun atau meningkat 0,72 persen (y-o-y).
Sayangnya pada Kuartal I-2025, Indosat hanya mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan Rp1,76 triliun atau menurun 0,56 persen (y-o-y).
Penurunan ini lebih dipengaruhi oleh pos penghasilan bunga di periode Januari-Maret 2025 yang mengalami penurunan hingga 48,31 persen (y-o-y) menjadi Rp46,91 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di Kuartal I-2025 yang menurun 8,1 persen (y-o-y) menjadi Rp346,81 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ISAT tercatat bertumbuh 1,44 persen (y-o-y) menjadi Rp1,41 triliun.















