JAKARTA-PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) selama sembilan bulan pertama tahun ini berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp301,93 miliar atau melonjak signifikan dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp37,2 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan KAEF yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (8/12), peningkatan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh nilai penjualan per Kuartal III-2021 yang tercatat sebesar Rp9,49 triliun atau jauh lebih tinggi dibanding per Kuartal III-2020 yang senilai Rp7,05 triliun.
Seiring dengan adanya lonjakan nilai penjualan tersebut, jumlah beban pokok penjualan KAEF selama sembilan bulan pertama di 2021 meningkat menjadi Rp6,17 triliun dari Rp4,41 triliun per Kuartal III-2020.
Sehingga, laba bruto perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp3,32 triliun.
Adapun laba usaha KAEF per Kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp825,2 miliar atau jauh lebih tinggi dibanding laba usaha per Kuartal III-2020 yang senilai Rp504,54 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak untuk periode yang berakhir 30 September 2021 tercatat mencapai Rp386,74 miliar atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp69,42 miliar.
Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2021 yang sebesar Rp92,05 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan KAEF menjadi Rp294,69 miliar.













