JAKARTA – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) selama tiga bulan pertama tahun ini, membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp82,5 miliar atau bertumbuh 6,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2023 yang senilai Rp77,2 miliar.
“Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pada segmen pendapatan usaha sebesar 19,71%, yang merupakan dampak dari naiknya occupancy rate Mal E-Walk dan Mal Pentacity,” kata Direktur BSBK, Daniel Wirawan dalam siaran pers yang dilansir di Jakarta, Jumat (31/5).
Pada segmen penjualan di Kuartal I-2024, kata Daniel, BSBK mencatatkan peningkatan signifikan atas penjualan apartemen sebesar 83,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023.
Hal ini dikarenakan aktivitas perekonomian maupun daya beli yang meningkat akibat adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Daniel mengatakan, seiring dengan peningkatan penjualan dan pendapatan sewa, laba usaha BSBK juga mengalami peningkatan pada Kuartal I-2024 sebesar 51,98 persen (year-on-year) menjadi Rp33,4 miliar.
Adapun bottom line selama tiga bulan pertama di 2024 tercatat Rp17,1 miliar atau melambung 352,38 persen (y-o-y).
Emiten yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengelola kawasan komersial terpadu (Balikpapan Superblock) yang memiliki berbagai fasilitas.













