Dengan adanya jumlah beban pajak penghasilan di 2020 senilai Rp304,92 triliun, sehingga laba tahun berjalan di 2020 menjadi Rp941,71 miliar.
Per 31 Desember 2020, total liabilitas LINK tercatat melambung menjadi Rp3,18 triliun dari posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp2 triliun.
Sedangkan, total ekuitas per akhir Desember 2020 mengalami penurunan menjadi Rp4,62 triliun dari Rp4,65 triliun pada akhir Desember 2019.
Menurut Corporate Secretary LINK, Johannes dalam surat perseroan yang dikirim ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 7 Mei 2021, peningkatan total kewajiban hingga 59,13 persen menjadi Rp3,18 triliun tersebut dikarenakan adanya fasilitas kredit yang dicairkan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp750 miliar.
Selain itu, pencairan fasilitas kredit dari Citibank NA Indonesia yang juga sebesar Rp750 miliar.
“Fasilitas digunakan untuk keperluan belanja modal dan pembiayaan kegiatan usaha perseroan secara umum,” kata Johannes.














