Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2021 sebesar Rp83,21 miliar, maka laba bersih periode berjalan menjadi Rp276,24 miliar.
Sedangkan besaran laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp276,14 miliar.
Lebih lanjut Ridwan menilai bahwa sentimen positif yang mendorong pertumbuhan bisnis MARK sampai kuartal ketiga tahun ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan di tengah kondisi pandemi Covid-19, sehingga berpengaruh pada peningkatan konsumsi sarung tangan kesehatan secara global.
Sebagai produsen sarung tangan, ujar Ridwan, saat ini MARK sedang meningkatan kapasitas produksi, maka peningkatan produksi ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan.
Kondisi ini juga didukung oleh keberhasilan MARK mengantongi kontrak senilai USD80 juta untuk pengapalan di 2021.
“Perseroan optimistis target penjualan konsolidasi akan mencapai Rp1,1 triliun, dengan laba bersih bisa mencapai sekitar Rp400 milyar di akhir 2021,” ungkap Ridwan.
Pada tahun depan, menurut dia, penjualan MARK diperkirakan bisa bertumbuh 40 persen menjadi Rp1,47 triliun, sedangkan laba bersih diproyeksikan sebesar Rp500 miliar.














