(Rp Miliar)
(Rp Miliar)
Dengan strategi manajemen risiko yang tepat, dan prinsip kehati hatian yang dijalankan, Bank OCBC NISP berhasil menjaga kualitas kreditnya sehingga tingkat NPL (net) berada dalam posisi yang rendah pada level 0,8% di akhir tahun 2014. Posisi tersebut jauh lebih rendah dari ketentuan BI sebesar 5% maupun di kelompok Bank buku 3 perbankan Indonesia. Rasio – rasio keuangan utama lainnya juga berada pada kisaran positif dan level yang sehat bagi sebuah bank dimana Return on Assets (ROA) tercatat 1,8% dan Return on Equity (ROE) 9,7% serta CAR (Capital Adequacy Ratio) 18.7%.
Parwati menambahkan, kondisi perekonomian yang penuh tantangan di tahun 2014 memberikan banyak sekali pembelajaran sekaligus juga peluang untuk tetap tumbuh secara sehat dan berkesinambungan. Ditengah kompetisi industri perbankan yang sangat ketat, naiknya suku bunga serta tekanan inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM serta pelemahan nilai tukar rupiah membuat pertumbuhan di 2014 lebih lamban, tetapi kami tetap optimis bahwa industri perbankan Indonesia memiliki potensi yang lebih baik di tahun 2015. ”Menghadapi ketatnya persaingan tersebut, kami senantiasa berinovasi dan mengembangkan sejumlah produk dan layanan sebagai wujud komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan E-Channel meliputi layanan internet dan mobile banking dengan teknologi terkini serta senantiasa bersinergi dengan OCBC Group sebagai penyedia jasa keuangan terkemuka dan terbesar di ASEAN untuk meningkatkan potensi Regional serta mendukung kemudahan akses perbankan nasabah secara International,”lanjut Parwati.















