Sementara itu, penyaluran kredit termasuk pembiayaan Syariah tumbuh 20% yoy (17% yoy bila tidak termasuk dampak dari depresiasi Rupiah) menjadi Rp. 121,1 triliun pada akhir Maret 2014. Pembiayaan Syariah mencatat pertumbuhan sebesar 6% yoy menjadi Rp. 11,0 triliun pada akhir Maret 2014. Kredit tumbuh di hamper seluruh segmen bisnis, termasuk pertumbuhan yang kuat di bisnis UKM dan kredit pada segmen local corporate dan middle market.
Dibandingkan dengan akhir Desember 2013, kredit tumbuh 2% yang mencerminkan kondisi likuiditas yang ketat. Total aset pada 31 Maret 2014 mencapai Rp. 167,3 triliun, naik 21% yoy dibanding Rp. 138,1 triliun pada tahun sebelumnya.
PermataBank juga mencatat basis pendanaan yang kian beragam dan terus tumbuh. Dana pihak ketiga termasuk pendanaan Syariah meningkat 16% yoy (12% yoy bila tidak termasuk dampak dari depresiasi Rupiah) menjadi Rp. 129,2 triliun. Pendanaan Syariah mencatat peningkatan sebesar 13% yoy menjadi Rp.11,0 triliun dari Rp. 9,7 triliun di tahun sebelumnya.
Marjin Bunga Bersih (NIM) mengalami pengetatan pada kuartal pertama 2014 mengingat spread antara tingkat suku bunga pinjaman dan pendanaan menyempit selama 12 bulan terakhir, mencerminkan kenaikan tingkat suku bunga secara umum dan kompetisi yang kuat untuk pendanaan.













