Sedangkan, basis pendanaan kian beragam dan terus tumbuh berkelanjutan. Dana pihak ketiga meningkat tajam 101% YoY menjadi Rp. 7,4 triliun. Tabungan meningkat 71% YoY menjadi Rp. 3,2 triliun, demikian pula dengan deposito berjangka yang meningkat 146% YoY menjadi Rp. 3,9 triliun. Adapun Giro mengalami peningkatan sebesar 21% YoY menjadi Rp 246,5 miliar. Dengan demikian komposisi dana murah (CASA) mencapai 47% dari total simpanan pada akhir 2012. “Pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga berdampak pada perbaikan Financing-to-Deposit Ratio (FDR) dari 82,3% pada 2011 menjadi 96,9% pada 2012,” urai dia.
PermataBank Syariah juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan dalam mengelola kualitas pembiayaannya sebagaimana tercermin dalam rasio pembiayaan bermasalah neto (Net Non Performing Financing) yang membaik menjadi 0,23% pada Desember 2012 dari 1,02% pada tahun sebelumnya.
Permata Bank Syariah juga mempertahankan tingkat permodalan yang sehat terhadap aktiva tertimbang menurut risiko dan mengakhiri periode dengan mencatat Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 19,37%, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 16,23%. “Ekuitas pemegang saham tumbuh 146% YoY menjadi Rp. 1,1 triliun pada akhir Desember 2012,” pungkas dia.













