JAKARTA– PT Panin Financial Tbk (PNLF) selama 9 bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih Rp1,3 triliun atau menurun 8,45 % dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp1,42 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan PNLF untuk periode berakhir 30 September 2024 yang dikutip Rabu (6/11), emiten anggota indeks Kompas 100 ini hanya mencatatkan pendapatan bersih Rp10,38 triliun atau merosot 5,2 % dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 mencapai Rp10,95 triliun.
Di tengah penurunan revenue tersebut, PaninFinancial justru mengalami kenaikan total klaim dan manfaat serta beban lain-lain sebesar 1,71 % menjadi Rp7,13 triliun dari Rp7,01 triliun pada 9 bulan pertama di 2023.
Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan PNLF menjadi Rp3,3 triliun atau melorot 17,29 % (year-on-year).
Dengan adanya beban pajak penghasilan hingga akhir Kuartal III-2024 yang sebesar Rp629,98 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan perseroan menjadi Rp2,67 triliun atau anjlok 18,1 % (y-o-y).
Sementara itu, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya Rp1,3 triliun atau lebih rendah 8,45 % (y-o-y).
Pada periode Januari-September 2024, emiten di bawah kendali PT Paninvest Tbk (PNIN) ini mengatribusikan laba tahun berjalan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp1,37 triliun.













