Total EBITDA di periode Januari-September 2024 tercatat Rp15,79 miliar atau melonjak 56,5 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba bersih periode berjalan selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp9,72 miliar atau melesat 104 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 senilai Rp4,76 miliar.
Per 30 September 2024, total ekuitas SBMA mencapai Rp224,13 miliar atau bertumbuh 4,03 persen dibandingkan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp215,45 miliar.
Jumlah liabilitas hingga akhir Kuartal III-2024 tercatat Rp66,59 miliar atau lebih tinggi 9,65 persen (year-to-date).
Akibat kenaikan ekuitas maupun liabilitas tersebut, maka total aset SBMA hingga akhir September 2024 bertumbuh 5,26 persen (y-t-d) menjadi Rp290,72 miliar, dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp11,44 miliar atau melambung 140,84 persen (y-t-d).
Apabila mengacu pada cash flow SBMA untuk periode Januari-September 2024, peningkatan kas tersebut terutama disebabkan oleh adanya arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp15,26 miliar dan ditambah lagi dengan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Rp1,07 miliar.
Menurut Direktur SBMA, Julianto Setyoadji dalam keterangannya, upaya SBMA dalam menjaga dan meningkatkan profitabilitas akan mengedepankan konsentrasi pada pengembangan aplikasi gas, men-support sektor smelter dan sektor unggulan lainnya, serta internal development yang termasuk utilitas maupun optimalisasi plant, sarana hingga pengembangan sumber daya manusia.













