JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) selama enam bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih Rp10,98 triliun atau menurun 6,63 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2024 yang sebesar Rp11,76 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan TLKM untuk periode berakhir 30 Juni 2025 yang dikutip Senin (4/8), emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management ini hanya mencatatkan pendapatan Rp73 triliun atau merosot 3,04 persen dibandingkan dengan Semester I-2024 yang mencapai Rp75,29 triliun.
Pada paruh pertama 2025, laba usaha TLKM tercatat Rp19,9 triliun atau melorot 8,04 persen (year-on-year), terutama karena adanya tekanan dari peningkatan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar 1,54 persen (y-o-y) menjadi Rp19,76 triliun.
Ditambah lagi dengan beban penyusutan dan amortisasi di Semester I-2025 yang mencapai Rp16,2 triliun atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan enam bulan pertama di 2024 yang sebesar Rp16,13 triliun.
Pada Semester I-2025, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan Telkom senilai Rp18,14 triliun atau merosot 5,67 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Semester I-2024 yang sebesar Rp19,23 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di paruh pertama 2025 yang sebesar Rp4,01 triliun, maka laba periode berjalan yang dicatatkan TLKM menjadi Rp14,13 triliun atau melorot 8,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp15,42 triliun.














