Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2024 senilai Rp673,36 miliar atau menurun 13,96 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2024, ekuitas TMAS tercatat meningkat 10,85 persen (y-o-y) menjadi Rp2,86 triliun, sedangkan total liabilitas perseroan hingga akhir Desember 2024 sebesar Rp1,55 triliun atau membengkak 4,03 persen dibandingkan dengan total kewajiban per akhir Desember 2023 yang sebesar Rp1,49 triliun.
Akibat kenaikan ekuitas maupun liabilitas tersebut, maka per 31 Desember 2024 total aset TMAS menjadi Rp4,41 triliun atau meningkat 8,35 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas senilai Rp670,73 miliar atau melorot 24,05 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang mencapai Rp883,16 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow Temas Line untuk periode Januari-Desember 2024, penurunan kas tersebut terutama disebabkan oleh adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp773,46 miliar atau melambung 74,36 persen (y-o-y).
Hal ini dikarenakan adanya pembayaran uang muka pembelian 13 unit kapal kepada pihak ketiga














