Manajemen TUGU menyebutkan, pada periode yang berakhir 30 September 2024, Tugu Insurance melakukan upaya pengembangan bisnis di segmen non-captive, khususnya untuk bisnis BUMN yang mencatatkan premi bruto sebesar Rp1,3 triliun atau meningkat 107 persen (y-o-y).
Sementara itu, untuk premi bruto non-captive bisnis lainnya tercatat sebesar Rp4,1 triliun atau meningkat sebesar 15 persen (y-o-y). Untuk captive bisnis Pertamina Group, premi bruto tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat 15 persen (y-o-y).
Dengan perolehan premi bruto tersebut, secara total premi bruto yang dimiliki TUGU hingga September 2024 tercatat Rp6,8 triliun atau meningkat 26% (y-o-y).
Posisi keuangan perseroan juga terbilang kuat, seiring dengan meningkatnya premi bruto.
Pada sisi lain, pendapatan premi neto hingga akhir September 2024 mengalami peningkatan sebesar 20% (y-o-y) menjadi Rp2,8 triliun dari Rp2,3 triliun pada periode yang sama di 2023.
Manajemen TUGU menyebutka, pendapatan di September 2024 sebesar Rp1,6 triliuan atau meningkat 23 persen (y-o-y).
Peningkatan ini terutama didorong oleh peningkatan underwriting result dari Rp520 miliar di September 2023 menjadi Rp725 miliar di September 2024 dan peningkatan pada pendapatan operasional lainnya dari Rp347 miliar menjadi Rp420 miliar di September 2024.














