Hingga kuartal ketiga ini, total jumlah pelanggan XLSMART mencapai 79,6 juta, dengan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) sekitar Rp39 ribu. Kenaikan ARPU ini sejalan dengan peningkatan pengalaman pelanggan hasil dari proses integrasi jaringan yang telah berjalan efektif, serta lonjakan pengguna aktif aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren mencapai 39,1 juta pengguna aktif.
Menurut Rajeev, segmen mobile menjadi kontributor utama pendapatan, sementara bisnis enterprise dan home juga menunjukkan penguatan. Melalui “XLSMART for Business”, perusahaan mampu memperluas layanan digital di bidang IoT, cloud, dan keamanan siber. Adapun produk XL Satu di segmen rumah tangga kini berhasil menjangkau hampir satu juta pelanggan broadband.
Secara operasional, XLSmart mengelola lebih dari 209 ribu BTS, naik 27% YoY, dengan trafik layanan meningkat 53% menjadi 3.903 petabyte. Integrasi jaringan juga meningkatkan kecepatan unduh hingga 71% dan memperluas jangkauan Smartfren di 192 kota baru.
Pada akhir kuartal III 2025, XLSmart mencatat free cash flow sebesar Rp9,41 triliun atau naik 23%, dengan belanja modal (capex) mencapai Rp 4,26 triliun. Manajemen Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan memastikan sinergi pasca-merger memberi nilai nyata bagi pelanggan dan pemegang saham di masa mendatang.













