JAKARTA-PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) selama enam bulan pertama tahun ini hanya mampu membukukan nilai penjualan sebesar Rp411,35 miliar atau menurun 17,72 persen (year-on-year).
Berdasarkan laporan keuangan ZINC yang dipublikasi Jumat (12/8), penurunan penjualan tersebut telah menekan laba bersih perseroan di Semester I-2022 menjadi Rp32,83 miliar dari Rp90,08 miliar pada Semester I-2021.
Namun selama enam bulan pertama tahun ini, ZINC bisa menekan beban pokok penjualan menjadi Rp266,04 miliar dari Rp309,22 miliar di periode yang sama 2021.
Sehingga, laba bruto perseroan di Semester I-2022 menjadi Rp145,3 miliar atau masih lebih rendah dibanding Semester I-2021 yang mencapai Rp190,71 miliar.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dicatatkan ZINC di semester pertama senilai Rp28,27 miliar atau jauh lebih rendah dibanding periode yang sama di 2021 sebesar Rp89,52 miliar.
Tetapi, besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semester I-2022 sebesar Rp32,83 miliar.
Per 30 Juni 2022, total liabilitas ZINC tercatat melonjak menjadi Rp1,26 triliun dibanding per 31 Desember 2021 yang senilai Rp1,7 triliun.
Sedangkan, jumlah ekuitas hingga akhir Semester I-2022 tercatat sebesar Rp915,54 miliar atau lebih tinggi dibanding per akhir Desember 2021 yang senilai Rp887,27 miliar.













