Adapun pendapatan HEXA dari jasa penyewaan alat berat ke pihak ketiga meningkat sebesar 92,25%, dari US$7,119 juta menjadi US$13,686 juta.
Pendapatan dari jasa penyewaan alat berat ke pihak berelasi naik 32,74% dari US$10.848 menjadi US$14.400.
Di tengah penurunan pendapatan tersebut, beban pokok penghasilan HEXA dapat ditekan turun 6,25%, dari US$505,529 juta menjadi US$473,947 juta per 31 Maret 2024.
Ini terutama berasal dari penurunan beban penjualan alat berat sebesar 7,18%, dari US$371,233 juta menjadi US$344,572 juta, serta beban jasa pemeliharaan dan perbaikan turun 7,96% dari US$42,751 juta menjadi US$39,349 juta per 31 Maret 2024.
Hal ini mendorong laba bruto HEXA meningkat 10,73%, dari US$124,965 juta menjadi US$138,378 juta per 31 Maret 2024.
Selain itu, pendapatan lainnya mengalami kenaikan 45,75% dari US$3,145 juta menjadi US$4,584 juta. Hal ini berdampak positif terhadap laba usaha HEXA.
Per Maret 2024, laba usaha HEXA tercatat sebesar US$77,214 juta. Hasil ini meningkat 10,11%, dari laba usaha HEXA sebesar US$70,125 juta per 31 Maret 2023.
Penghasilan bunga HEXA naik 9,12% dari US$156.103 menjadi US$170.341.
Hal ini mendorong laba sebelum pajak HEXA meningkat 7,65% menjadi US$71,421 juta per 31 Maret 2024, dari periode yang sama sebelumnya US$66,347 juta.









