JAKARTA – Pendapatan bersih PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun 23,43% menjadi Rp396,66 miliar pada 2023, dari Rp518,04 miliar pada tahun 2022.
Pendapatan PANS yang berasal dari komisi transaksi perantara perdagangan efek merosot 42,73% jadi Rp68,39 miliar, dari Rp119,43 miliar pada 2022.
Sementara keuntungan atas perdagangan efek yang belum direalisasi bersih anjlok 83,98%, dari Rp111,09 miliar menjadi Rp17,79 miliar pada tahun 2023.
Penurunan pendapatan, menurut laporan keuangan PANS per Desember 2023, dikutip Selasa (27/2/2024) diikuti berkurangnya beban usaha sebesar 0,73%, dari Rp1,6 triliun per Juni 2022, menjadi Rp1,3 triliun per Juni 2023.
Akan tetapi, laba usaha perusahaan sekuritas beraset Rp2,23 triliun per Desember 2023, itu terpangkas 40,78% menjadi Rp173,83 miliar pada 2023, dibanding Rp293,57 miliar pada tahun 2022.
Adapun laba PANS yang dapat diatribusikan kepada pemiliki entitas induk anjlok 47,49% jadi Rp130,42 miliar (Rp183,32 per saham) pada 2023 dibanding Rp248,37 miliar (Rp347,86 per saham) tahun 2022.
Total kewajiban PANS per Desember 2023 sebesar Rp668,94 miliar, naik 33,33% dari Rp501,71 miliar per Desember 2022.
Ini terdiri atas utang jangka pendek Rp102 miliar, dan utang transaksi perantara perdagangan efek sebesar Rp495,98 miliar.














