JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) selama sembilan bulan pertama tahun ini, hanya membukukan laba bersih periode berjalan Rp3,01 triliun atau anjlok 28,16 persen (year-on-year).
Berdasarkan laporan keuangan UNVR untuk periode berakhir 30 September 2024 yang dikutip Kamis (24/10), emiten di bawah kendali Unilever Indonesia Holding BV ini meraup nilai penjualan Rp27,42 triliun atau merosot 10,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp30,5 triliun.
Seiring dengan penurunan omzet hingga double digit tersebut, beban pokok penjualan yang dicatatkan UNVR menurun 7,16 persen (y-o-y) menjadi Rp14,14 triliun, sehingga laba bruto per Kuartal III-2024 menjadi Rp13,28 triliun atau melorot 13,03 persen (y-o-y).
Sementara itu jumlah laba usaha yang dibukukan UNVR pada periode Januari-September 2024 senilai Rp3,91 triliun atau ambles 28,26 persen (y-o-y). Adapun laba sebelum pajak penghasilan pada Kuartal III-2024 tercatat Rp3,86 triliun atau nyungsep 28,39 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di Kuartal III-2024 yang sebesar Rp854,5 miliar, maka laba bersih periode berjalan yang dicatatkan UNVR menjadi Rp3,01 triliun atau anjlok 28,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 sebesar Rp4,19 triliun.














