Syarif menerangkan, porsi pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR pada pelaksanaan Program Satu Juta Rumah tahun 2017 tidak mengalami perubahan. Komposisi pembangunannya masih tetap 700.000 unit rumah untuk MBR dan sisanya 300.000 unit rumah untuk masyarakat non MBR. “Komposisi pembangunan rumah pada tahun 2017 masih tetap 700.000 untuk MBR dan 300.000 untuk non MBR,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menyatakan, untuk mendorong pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ini, pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan seperti Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, Pengembang, Perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR), perbankan dan masyarakat. “Total realisasi Program Satu Juta Rumah Tahun 2016 ini mencapai angka 805.169 unit,” ujar Syarif Burhanuddin kepada sejumlah wartawan saat Konferensi Pers Capaian Program Satu Juta Rumah Tahun 2016 di Ruang Rapat Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Jakarta, Jum’at lalu (30/12).
Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan, untuk pembangunan rumah MBR mencapai angka 569.382 unit. Sedangkan rumah non MBR terbangun sebanyak 235.787 unit rumah.













