Asal tahu saja, ada sekitar belasan anggota DPR aktif yang menjabat pada periode 2004-2009 yang mengambil Dapil Kalimantan Barat.
Ditambah lagi dengan mantan gubernur, anak gubernur, mantan Ketua DPRD hingga Mantan Sekda Propinsi Kalimantan Barat.
Belum lagi kemampuan financial dari para caleg ini yang boleh dibilang sangat mapan.
Namun munculnya para pesohor politik ini ternyata tidak membuat Lazarus ciut.
Lazarus malahan merasa senang dan tertantang memiliki pesaing politik seperti mereka ini.
Tekad Lazarus sudah bulat. Tidak ada pilihan lain, selain terus maju.
Lazarus berkeyakinan bisa terpilih menjadi wakil rakyat di Senayan.
Pengalaman selama menjadi anggota DPRD cukup memberinya kekuatan. Apalagi, hubungannya dengan konstituen atau masyarakat di Kalimantan Barat sangat baik.
Sehingga Lazarus yakin kalau bisa mengambil satu dari 10 jatah kursi DPR RI dari dapil Kalimantan Barat.
“Dan puji Tuhan, singkat cerita, saat pemilu digelar, hasilnya bisa memutarbalikan semua prediksi. Semua keraguan bisa terjawab. Saya yang berasal dari dunia antah berantah kalau dilihat dari latar belakang politik , ekonomi, pengalaman dan factor senioritas, ternyata berhasil mengalahkan para politisi incumbent. Bahkan saya meraih posisi nomor 3 peraih suara terbanyak di Kalimantan Barat dengan raihan suara mencapai 87 .000 suara. Dengan hasil ini, saya berhak mendapat satu jatah kursi dari Kalimantan Barat untuk DPR RI,” ungkap anggota Komisi V ini.















