Masa kecilnya dihabiskan di Kalimantan Barat. Di kota inilah, Lazarus tumbuh dan berkembang.
Namun jangan berpikiran kalau Lazarus berasal dari keluarga politisi.
Orang tuanya ternyata hanyalah petani bahkan tidak sempat menyenyam pendidikan. Lazaruspun merasakan hidup dengan segala keterbatasan.
“Penderitaan itu sudah cukuplah. Kalau melihat latar belakang keluarga, saya juga tidak percaya bisa ada di sini sekarang (menjadi anggota DPR RI_red). Rupanya Tuhan memiliki rencana yang indah dan luar biasa yang sulit diprediksi sehingga saya bisa menjalani karier dengan baik. Puji Tuhan, sampai hari ini, Tuhan masih memberi kesempatan hingga saya menjadi anggota DPR,” tuturnya.
Sebagai politisi, Lazarus tidak menutup mata dengan sejumlah persoalan serius di tanah air.
Khususnya soal pemerataan pembangunan. Hingga saat ini katanya, pembanguan ini masih belum adil, khususnya buat daerah Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur secara umum.
Fakta membuktikan, alokasi anggaran masih cenderung ke Barat dan pulau Jawa.
Dan terkesan alokasi anggaran masih terkosentrasi untuk daerah-daerah yang maju dengan alasan penghasilan daerahnya tinggi.
Padahal, PAD yang tinggi ini hanya semacam pembenaran politik. Coba lihat, Kalimantan dan Papua yang begitu kaya, tetapi bagi hasilnya tidak merata.















