Selain itu, juga berkoordinasi dengan organisasi profesi (OP) kesehatan, organisasi masyarakat (Ormas), Bunda PAUD dan TK untuk penyelenggaraan pos Sub PIN Polio berbasis sekolah maupun non sekolah serta penggerakan sasaran.
Agar pendataan Sub PIN Polio putaran kedua berjalan sesuai target sasaran, Nanik menyampaikan, Dinkes Surabaya telah mengoptimalisasi pencatatan dan pelaporan kegiatan Sub PIN Polio melalui aplikasi Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
“Kami turut menggiatkan upaya promosi dan edukasi secara masif, terkait pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran kedua di Kota Surabaya,” sampainya.
Ia menjelaskan, dalam penyelenggaraan kegiatan Sub PIN Polio putaran kedua nanti, pemkot akan melibatkan berbagai unsur secara kolaboratif dan integratif.
Mulai dari menggerakkan jajaran PD terkait sampai ke unit terkecil seperti di kecamatan, kelurahan dan RT/RW.
Selain itu, pemkot turut berkoordinasi dengan jajaran TNI/Polri, mitra swasta, ormas, Tim Penggerak (TP) PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH), tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta civitas akademika.
Dirinya berharap, pelaksanaan program kegiatan Sub PIN Polio putaran kedua mendatang diharapkan dapat berjalan baik dengan cakupan yang optimal.












