Selain itu, management infrastruktur belum terintegrasi karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Kesiapan SDM di era kreatif ini kebutuhan mutlak. Seskab menunjuk contoh dari era kreatif ini adalah adanya inovasi mengenai gojek. Taksi dengan menggunakan motor.
“Ini inovasi yang sangat baik untuk saat ini,” tutur Seskab.
Sementara itu, terkait dengan keberadaan Badan Cyber Nasional (BCN), Seskab menjelaskan, bahwa badan ini akan bertugas memproteksi 5 sektor.
Kelima sektor itu yakni melaksanakan kebijakan penanggulangan, ancaman, insiden, pengendalian terhadap keadaan darurat akibat ancaman serangan dan insiden serangan cyber.
“Ke depannya, Indonesia akan menemui banyak tantangan. Untuk itu koorporasi, hukum dan yang lain harus diperkuat,” tukas Seskab.
Sayangnya jelasnya, Indonesia tidak akan pernah siap menghadapi kejahatan cyber, serangan cyber.
Meski demikian,, pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melakukan yang terbaik dalam mengantisipasi serangan cyber ini.
“Negara kita mempunyai peraturan mengenai cyber ini, rencananya bulan oktober, Presiden akan mengesahkannya,” jelas Seskab.
BCN itu, ujarnya akan berada langsung di bawah Presiden.
“Nantinya bukan presiden lagi yang langsung mengontrol masalah cyber, tapi BCN yang akan membantu Presiden mengontrol 1047 national agency di Indonesia. BCN akan berkoordinasi dengan Kementerian Polhukam. Kami juga sudah memasukkannya dalam rancangan APBN 2016,” pungkasnya.














