JAKARTA-Salah satu agende KTT Asia Pacific Economi Cooperation (APEC) yang memasukkan penguatan Usaha Kecil Menengah dimaksudkan agar sektor usaha ini mampu berdaya saing global dan mampu berkompetisi. “Makanya, kita perlu meletakkan kerangka kerjasama regional, sehingga kita bisa menjadi player,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Prof Firmanzah, dalam diskusi “APEC dalam perspektif 4 Pilar, bersama Ketua F-PKB MPR, H Muhammad Lukman Edi dan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, Senin,(30/9).
Menurut mantan Dekan FEUI ini, forum APEC sepakat menguatkan UKM. “Bahkan seluruh anggota APEC sepakat untuk memasukkan pembahasan penguatan UKM pada setiap pertemuan tahunan APEC,” ujarnya.
Dengan memasukkan tema penguatan UKM pada pertemuan APEC, kata Firmanzah, Indonesia berharap para pelaku UKM khususnya di negara-negara berkembang dapat memanfaatkan dengan optimal akses pasar dan sumber pembiayaan yang tersedia di kawasan Asia Pasifik.
Penguatan UKM ini, kata Mantan Dekan FEUI, sekaligus untuk memperkuat ekspor Indonesia ke sejumlah negara-negara anggota APEC.”Ekspor Indonesia ke lima negara APEC itu, paling besar, diantaranya, Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Australia dan Korea Selatan,” tambahnya.














