Per 31 Desember 2020, total liabilitas BBNI melambung menjadi Rp746,24 triliun dari Rp688,49 triliun per 31 Desember 2019, sedangkan total ekuitas hingga akhir tahun lalu justru tercatat menurun menjadi Rp112,87 triliun dari posisi per akhir 2019 yang sebesar Rp125 triliun.
Adapun dana syirkah temporer yang dicatatkan BBNI per akhir Desember 2020 tercatat Rp32,23 triliun atau relatif stabil jika dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2021 yang senilai Rp32,11 triliun.
Dengan demikian, total aset BBNI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp891,34 triliun.
Sebelumnya, Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar mengatakan, pada 2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,3 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan (coverage ratio) berada pada level 182,4 persen atau lebih besar dibandingkan pada 2019 yang sebesar 133,5 persen.
Per akhir Desember 2020, BBNI mencatat penyaluran kredit di segmen korporasi meningkat 7,4 persen (y-o-y) menjadi Rp309,7 triliun.
Pertumbuhan kredit kepada segmen bisnis kecil sebesar 12,3 persen menjadi Rp 84,8 triliun.
Sedangkan kredit konsumer bertumbuh 4,7 persen menjadi Rp89,9 triliun.
Per 31 Desember 2020 jumlah dana pihak ketiga (DPK) BBNI bertumbuh 10,6 persen (y-o-y) menjadi Rp679,5 triliun.














