Menutup keterangannya, Puteri berpesan kepada BSI untuk terus meningkatkan aspek keamanan dan mitigasi terhadap serangan siber untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap layanan digital BSI.
Hal ini tidak terlepas dari dugaan serangan siber yang sempat melumpuhkan layanan mobile banking BSI beberapa waktu lalu.
“Kini, BSI dan OJK juga sedang fokus mendalami dugaan serangan siber tersebut. Bahkan, sekarang BSI terus memperkuat infrastruktur digitalnya dengan mengalokasikan belanja modal hingga Rp580 miliar, atau dua kali lipat lebih besar dibandingkan tahun lalu.” tutup Puteri.
Senada dengan Puteri, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum turut mengapresiasi upaya BSI yang memprioritaskan digitalisasi pesantren dalam mempermudah santri bertransaksi.
“Digitalisasi ini adalah merupakan amanat Bapak Presiden dalam segala hal transaksi keuangan. Dengan adanya program dari BSI ini, kami berharap segala transaksi keuangan di dalam pesantren bisa jadi lebih mudah,” ucap Uu.
Selain itu, Bupati Kabupaten Purwakarta Anne Ratna Mustika mengingatkan untuk tidak hanya fokus pada digitalisasi saja, tetapi juga diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat dan pembangunan infrastruktur penunjangnya.














