JAKARTA-Sekretaris Umum Komite Perjuangan Rakyat, Herman Abdulrohman menegaskan kebijakan liberalisasi ekonomi yang didorong oleh Pemerintah Indonesia hanya akan menghasilkan kemelaratan terstruktur yang semakin dalam tanpa solusi yang tepat untuk rakyat.
“Tantangan liberalisasi ekonomi ini akan semakin sulit dihadapi mengingat sistem politik kita yang masih menghadapi politik suap menyuap para korporasi yang melibatkan elit-elit politik negeri untuk kepentingan kelompoknya. Rakyat masih menunggu komitmen Pemerintah untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia” tegas Herman.
Dalam Bab Hak Kekayaan Intelektual dalam perundingan RCEP seperti yang sudah sering disampaikan oleh Koalisi agar menghilangkan klausul-klausul yang akan mengancam akses dan ketersediaan terhadap obat generik.
Sindi Putri dari Indonesia Aids Coalition (IAC) mengatakan ketersediaan obat generik yang terjangkau dan berkualitas tidak dapat dipungkiri menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Banyak pasien dengan penyakit-penyakit berat mengeluarkan cukup banyak uang hanya untuk dapat mengakses obat demi kesembuhan mereka.
Kebutuhan akan obat pun, bisa dilihat memberikan dampak pada pendanaan JKN yang cukup besar serta program pengobatan pemerintah yang menghabiskan dana cukup besar.













